LAMPUNG UTARA — Keluhan warga Desa Gunung Besar, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, terkait dugaan pembuangan limbah dari salah satu dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat.
Warga mendesak pihak berwenang tidak tinggal diam dan segera melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi guna memastikan dugaan pembuangan limbah melalui saluran drainase atau siring yang berada di lingkungan permukiman.
Keluhan tersebut berkaitan dengan munculnya bau tidak sedap yang menurut sejumlah warga diduga berasal dari limbah aktivitas dapur MBG. Warga menyebut kondisi itu telah berlangsung kurang lebih tiga bulan dan mulai mengganggu kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Bagi warga, persoalan tersebut tidak semestinya dianggap sebagai keluhan biasa. Sebab, apabila dugaan tersebut benar dan limbah memang dialirkan ke saluran yang melintasi permukiman, dampaknya berpotensi dirasakan oleh masyarakat yang berada di sepanjang aliran saluran tersebut.
Terlebih ketika hujan turun.
Sejumlah warga mengkhawatirkan air hujan dapat membuat aliran limbah bercampur dan menyebar melalui saluran drainase, sementara bau yang ditimbulkan dikhawatirkan semakin meluas ke lingkungan permukiman.
“Kalau hujan turun, kami khawatir bau limbah itu semakin menyebar ke mana-mana di permukiman warga. Kami berharap pihak terkait segera turun dan memeriksa langsung,” ujar salah seorang warga kepada tim media.


Warga Minta Jangan Hanya Menunggu Keluhan
Warga menilai pemeriksaan lapangan penting dilakukan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi masalah lingkungan yang lebih serius.
Mereka meminta instansi yang memiliki kewenangan dalam pengawasan lingkungan untuk mengecek kondisi saluran, sumber bau, serta sistem pengelolaan limbah di lokasi dapur MBG yang dimaksud.
Pemeriksaan juga diperlukan untuk memastikan apakah limbah yang diduga berasal dari aktivitas dapur tersebut memang dialirkan ke saluran permukiman atau terdapat sumber lain yang menyebabkan munculnya bau.
Dengan demikian, persoalan tidak hanya didasarkan pada dugaan maupun keluhan warga, tetapi dapat diketahui berdasarkan kondisi dan fakta di lapangan.
“Kami tidak ingin menuduh siapa-siapa. Kami hanya ingin ada pemeriksaan dan kejelasan. Kalau memang tidak ada masalah, silakan dijelaskan. Kalau ditemukan pelanggaran, tentu harus ada penanganan,” kata warga.
Tiga Bulan Bukan Waktu yang Singkat
Warga menyebut persoalan bau tersebut telah dirasakan selama sekitar tiga bulan. Lamanya keluhan tersebut menjadi alasan masyarakat meminta adanya tindakan nyata dari pihak berwenang.
Masyarakat berharap pengawasan terhadap aktivitas dapur MBG tidak hanya menyangkut proses penyediaan makanan, tetapi juga bagaimana limbah dari aktivitas dapur tersebut dikelola dan dibuang.
Pasalnya, keberadaan fasilitas pengolahan makanan di tengah atau dekat lingkungan masyarakat tentu harus memperhatikan kebersihan serta kondisi lingkungan sekitar.
Warga pun meminta agar pihak terkait tidak menunggu sampai muncul dampak yang lebih luas baru kemudian mengambil tindakan.
Pihak Pengelola Belum Berikan Keterangan
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola dapur MBG yang dimaksud belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga mengenai dugaan pembuangan limbah tersebut.
Begitu pula pihak berwenang yang memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan dan pengawasan lingkungan belum memberikan penjelasan mengenai apakah telah dilakukan pengecekan terhadap lokasi maupun saluran yang dikeluhkan warga.
Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak pengelola dapur MBG maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut.
Keterangan dari pihak terkait diperlukan agar persoalan ini dapat dilihat secara utuh dan tidak hanya berdasarkan informasi dari satu pihak.
Warga Menunggu Tindakan Nyata
Warga Desa Gunung Besar kini menunggu langkah konkret dari pihak berwenang. Mereka berharap ada pemeriksaan langsung sehingga sumber bau dan kondisi saluran dapat diketahui secara jelas.
Jika hasil pemeriksaan menemukan adanya persoalan dalam pengelolaan limbah, warga meminta agar dilakukan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebaliknya, jika dugaan tersebut tidak terbukti, warga juga berharap ada penjelasan terbuka mengenai sumber bau yang selama ini mereka keluhkan.
Yang pasti, masyarakat menginginkan lingkungan tempat tinggal mereka tetap bersih, sehat, dan nyaman. Mereka tidak ingin persoalan bau yang disebut telah berlangsung berbulan-bulan terus menjadi keluhan tanpa penyelesaian.
Kembali berita ini diterbitkan, namun sayangnya hingga saat ini pihak berwenang maupun pihak yang bersangkutan belum memberikan keterangan terkait persoalan tersebut.
Media ini akan terus memantau perkembangan dan menunggu adanya keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.
Bersambung…
(Tim Pemburu)




