Secepatnya KPK, Kejagung, dan Kapolri Harus Bertindak Tegas, Tangkap Bupati Lampung Utara Ir. Hamartoni Bersama Wakilnya Sebelum Semua Terlambat.
Lampung Utara. – Karena ambisi yang begitu serakah dan rakusnya, Bupati Lampung Utara Ir. Hamartoni dan wakilnya terus saja bekerja dengan menghalalkan segala cara, hingga haram dan halal disikat habis semua. Bahkan, baru-baru ini, Kepala Desa Ogan Jaya pun menjadi sasaran keserakahannya. Karena Kepala Desa Ogan Jaya tidak mau menandatangani surat jual beli tanah hutan kawasan seluas 106 hektare, kini ia mendapat ancaman darinya. Kades Ogan Jaya tersebut ditekan dan diancam hendak dibunuh di ruangan Kantor Wakil Bupati Lampung Utara oleh segerombolan preman baru-baru ini, yang diduga kuat sengaja dipelihara dan dilindungi oleh Bupati.
Terungkapnya semua ini dijelaskan oleh Kepala Desa Ogan Jaya kepada berbagai media. Menurutnya, waktu itu ia disuruh Camat Pekurun dan Wakil Bupati di ruangan Kantor Wakil Bupati untuk menandatangani surat jual beli tanah hutan kawasan yang ada di Desa Ogan Jaya, di wilayah Kecamatan Pekurun, seluas 106 hektare. Karena saya menolak untuk menandatangani surat jual beli tanah kawasan tersebut, akhirnya waktu itu saya ditekan dan diancam hendak dibunuh memakai pisau laduk oleh segerombolan preman yang ada di ruangan Kantor Wakil Bupati, yang juga berdekatan dengan ruangan Kantor Bupati.
Berbagai sumber yang ada juga membenarkan mengenai kejadian tersebut, yang disebut benar adanya di ruangan Kantor Wakil Bupati dan Bupati. Mereka juga mengatakan, sepertinya hal ini sudah lama direncanakan oleh Bupati dan Wakil Bupati bersama Camat Pekurun, yang sengaja mengerahkan sejumlah preman untuk merampas dan menguasai tanah hutan kawasan seluas 106 hektare tersebut.
Lebih lanjut, mereka juga menambahkan, informasi yang berkembang luas di sejumlah kalangan mengenai 106 hektare tanah kawasan tersebut diketahui mengandung mineral emas, batu bara, dan yang lainnya. Makanya, sampai saat ini Bupati dan Wakil Bupati Lampung Utara bersama kroni-kroninya sangat berambisi ingin menguasai dan memiliki secara paksa tanah kawasan seluas 106 hektare tersebut demi semata-mata untuk kepentingan pribadinya.
Sehingga terjadilah kejadian yang sangat heboh di ruangan Kantor Wakil Bupati waktu itu, ketika Kepala Desa Ogan Jaya dipaksa untuk menandatangani surat jual beli hutan kawasan tersebut. Namun, apa dikata, ternyata Kepala Desa Ogan Jaya menolak dengan tegas untuk menandatangani surat tersebut, sehingga dia ditekan dan diancam hendak dibunuh memakai pisau laduk oleh segerombolan preman yang diduga kuat sengaja dipelihara oleh pihak Pemda itu sendiri.
Tetapi yang anehnya, kok sampai saat ini yang ditangkap dan diamankan hanya dua orang preman saja? Sehingga hal tersebut mengundang pertanyaan di berbagai kalangan elemen masyarakat yang ada. Menurut mereka, semuanya sudah begitu jelas. Justru saat ini, banyak orang yang sudah tahu tentang kasus ancaman pembunuhan yang direncanakan tersebut, yang terjadi di ruang Wakil Bupati, yang juga berdekatan dengan ruangan Bupati Lampung Utara.
Dengan serangkaian kasus tersebut, semuanya tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Kini, banyak orang yang sudah tahu, bahkan kasus tersebut sudah berkembang luas di sejumlah kalangan di wilayah Lampung Utara. Jelasnya, mengenai gembong pelaku ancaman pembunuhan yang direncanakan tersebut, diduga kuat otak pelakunya adalah Bupati Ir. Hamartoni bersama Wakil Bupati. Mereka mengatakan, sudah seharusnya Bupati dan Wakil Bupati yang harus ditangkap lebih dulu, karena mereka berdualah yang diduga sebagai dalang pelakunya,” ungkapnya.
Berbagai desakan kini datang dari sejumlah kalangan elemen masyarakat Lampung Utara yang mendesak KPK, Kejagung, dan Kapolri agar secepatnya menangkap Ir. Hamartoni sebagai Bupati Lampung Utara bersama wakilnya. Mereka juga mengatakan, jelas-jelas otak pelaku pengancaman dan percobaan pembunuhan terhadap Kepala Desa Ogan Jaya yang dimaksud adalah Bupati bersama Wakil Bupati,” tegas mereka.
Sejumlah pengamat juga mengatakan, andai kata terjadi hal yang tidak diinginkan serta adanya teror dan ancaman terhadap Kepala Desa, wartawan, dan LSM yang ada di Lampung Utara, berarti jelas-jelas gembong pelakunya adalah Bupati dan Wakil Bupati. Untuk itu, sebelum semua terlambat, tangkap Bupati dan Wakil Bupati Lampung Utara sekarang juga demi keamanan wilayah Lampung Utara, agar Pemkab Lampung Utara tidak lagi dijadikan oleh Bupati dan Wakil Bupati sebagai sarang koruptor dan sarangnya premanisme,” ungkap mereka.
Di lain kesempatan, tim media mencoba menghubungi berulang kali Bupati dan Wakil Bupati Lampung Utara, namun sayangnya yang bersangkutan sulit ditemui.
Untuk lebih jelasnya lagi, tunggu berita selanjutnya.
Bersambung.
(Tim Pemburu Kejahatan)



